Garis Batas Keabadian Terbuka

Garis Batas Keabadian Terbuka

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bakal sampai di titik ini. Dari yang awalnya cuma main-main, sekarang gue berdiri di garis batas antara realitas dan keabadian. Semua ini bermula dari trip dadakan ke sebuah kota kecil yang hampir nggak ada di peta. Tujuannya? Cuma buat nyari vibe baru, healing, dan ya… iseng-iseng main slot gacor scatter hitam pragmatic di tempat yang katanya punya hoki nggak ketulungan.

Begitu gue sama geng sampe di kota itu, auranya udah beda. Jalanannya sepi, udaranya berasa lebih berat, dan sinyal HP langsung ilang. “Bro, ini kita masuk dunia lain atau gimana sih?” kata Farel, sahabat gue yang paling sering parno. Tapi jujur, ada sesuatu yang bikin gue ngerasa harus tetep stay.

Kita akhirnya nemuin satu bangunan tua yang kayaknya udah lama ditinggalin. Tapi anehnya, lampu-lampunya masih nyala, dan di dalamnya ada satu mesin slot gacor scatter hitam pragmatic yang berdiri sendiri di tengah ruangan. “Gila, ini pasti mesin hoki!” ujar Gani, si jago analisa.

Tanpa pikir panjang, gue duduk dan mulai main. Reels pertama muter, scatter hitam muncul di layar. Jackpot! Semua pada sorak-sorak, nggak nyangka hoki kita sekenceng ini. Tapi pas gue mau narik koin yang keluar, tiba-tiba suasana berubah.

Cahaya ruangan jadi redup, mesin slot itu makin kenceng muter sendiri, dan layar berubah jadi sesuatu yang nggak seharusnya ada. Ada tulisan merah nyala: “Garis Batas Keabadian Terbuka”.

“Gue nggak suka ini, bro!” Farel udah siap kabur. Tapi gue nggak bisa. Gue ngerasa kayak ada energi yang narik gue lebih dalam.

Sekelebat bayangan muncul dari layar slot itu, kayak sosok manusia tapi lebih tinggi, lebih gelap, dan nggak punya wajah. “Kalian udah membuka gerbang yang seharusnya terkunci,” suaranya bergema di seluruh ruangan.

Gani, yang biasanya paling logis, langsung ngecek HP-nya. “Bro, ini bukan dunia kita lagi.”

Seketika, mesin slot gacor scatter hitam pragmatic itu berhenti muter. Ruangan jadi dingin, dan di luar jendela, kota itu berubah. Gedung-gedung jadi lebih tua, lebih kusam. Orang-orang yang tadinya ada di jalan tiba-tiba ilang.

“Oke, kita harus keluar dari sini!” teriak gue, tapi pintu udah ketutup sendiri. Satu-satunya jalan keluar? Mesin slot itu.

Dengan tangan gemeteran, gue tekan tombol spin sekali lagi. Reels muter, scatter hitam muncul berturut-turut, dan tiba-tiba dunia kembali normal. Kita semua udah di mobil, di pinggir jalan kota yang sama, tapi kali ini ada perbedaan. Gedung tua itu nggak ada lagi. HP gue nyala, dan ada notifikasi satu pesan baru: “Jangan pernah kembali.”

Sejak saat itu, gue nggak pernah main slot gacor scatter hitam pragmatic lagi. Bukan karena gue takut, tapi karena gue tahu… ada sesuatu di balik layar itu yang masih mengawasi